Jumat, 10 September 2010

Menunggu datangnya TUHAN

Pada suatu hari, Tuhan berjanji akan mengunjungi rumah seorang ibu. Ibu itu sangat bangga dan gembira. Ia mempersiapkan segala sesuatunya agar pantas menyambut Tuhan. Pekarangan rumahnya disapu bersih dan perabot-perabotnya dibersihkan serta diatur sehingga tampak bersih dan indah. Ia masak masakan dan kue-kue yang lezat. Ia kenakan pakaiannya yang terbaik. Setelah beres segalanya, ia duduk dan menunggu kedatangan Tuhan.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Ibu itu bergegas membukanya, "Ini pasti Tuhan yang datang," pikirnya senang. Ternyata seorang pengemis berdiri di depan pintu.
“Oh, jangan hari ini. Jangan menggangguku. Aku sedang menunggu Tuhan yang akan mengunjungiku!” Ia mengusir pengemis dan menutup pintu.

Beberapa saat kemudian, terdengar ketukan pintu lagi. Ibu itu segera membuka pintu rumahnya. Tetapi siapa yang dijumpainya? Hanya seorang tua miskin yang minta bantuannya, karena anaknya sedang sakit dan orang tua itu tidak memiliki uang untuk membawa anaknya berobat.
“Maaf, saya tidak bisa menolongmu hari ini. Saya sedang menunggu Tuhan!” sahut ibu itu sambil menutup pintu dengan keras. Ia sudah mulai merasa jengkel.

Baru saja tertutup, pintu sudah diketuk lagi. Sekali lagi, ibu itu membukakannya. Seorang pengemis yang berpakaian compang-camping dan tampak kelaparan meminta makanan dan tempat untuk meletakkan tubuhnya yang lelah. Pengemis itu nampak menyedihkan, tangan kirinya nampak memegang struk penyangga kayu menopang tubuh kurusnya, sementara tangan kanannya menadahkan mangkok seng kecil kotor. Muka tirus menatap dengan sedih tak berdaya.

"Ibu, tolonglah saya, saya lapar ..... dan izinkan saya beristirahat disini sebentar, saya capek sekali.." pinta pengemis itu dengan suara memelas dan bergetar.
“Oh, tidak bisa. Saya sedang menunggu Tuhan. Saya tidak bisa memberikan roti dan tempat kepadamu!” Pengemis itu pergi dengan langkah lunglai tertatih-tatih.

Ibu itu menunggu Tuhan lagi. Berjam-jam lewat dan senja pun tiba. Belum juga ada tanda-tanda kehadiran Tuhan. Ibu tadi menjadi gelisah dan bertanya kepada dirinya sendiri, “Di manakah Tuhan yang berjanji akan mengunjungiku? Mengapa sampai sekarang Tuhan belum juga mengunjungiku?”

Akhirnya karena keletihan dan dalam kekecewaan ia tertidur dan bermimpi. Tuhan mendatanginya dan berkata, “Aku sudah mendatangimu tiga kali dan tiga kali pula Aku kau tolak!”

(Matius 25:41-45) Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

LORD JESUS bless you and me, now and forever.
AMEN.

Sumber: Renungan Harian.

I LOVE YOU

Banyak hal yang ingin kita ungkapkan tetapi malah tidak terungkap atau terungkap dengan tidak jelas… kita terbiasa dengan symbol-simbol atau perkataan lain yang memiliki makna lain, sehingga sering terjadi salah arti dan bisa membuat orang lain malah merasa bete.
Adakalanya kita merasa tidak nyaman untuk mengungkapkan rasa yang kita rasa dengan banyak alasan. Mungkin salah satu alasannya adalah orang yang kita suka sudah memiliki pasangan, mungkin juga kita merasa minder, takut di benci dan alasan-alasan lainnya yang tidak bisa disebut satu persatu.
Alasan-alasan diatas membuat kita ragu mengatakan “I love you”. Kitapun menyampaikannya dengan kata-kata lain seperti, “lagi ngapain”, “udah makan apa belum”, “hati-hati dijalan”, “mimpi yang indah”. Tapi, sebenarnya itu cuma ungkapan dari makna lain yang ingin kita ungkapkan padanya yaitu, “aku sayang kamu”, “aku peduli sama kamu”, “kamu sangat berarti buat aku”, “aku mau selalu dekat denganmu”.
Jadi, coba lah mendengar kata cinta dari orang disekelilingmu lewat kata-kata yang di ungkapkannya.
Ibu bisa mengomeli anaknya jika pulang sampai larut malam, atau seorang ayah yang marah ketika mengetahui anaknya bolos sekolah. Mungkin anak tersebut hanya bisa mendengar omelan dan marahan dari ibu dan ayahnya. Tapi jika benar-benar mendengar dia akan mendapatkan cinta. Yaitu kepedulian dan cinta yang terungkap dengan kata-kata omelan tetapi memilik arti ”Mama peduli sama kamu atau kamu sangat berarti buat papa”. Yang sayangnya nggak tersampaikan dengan lisan.
Cinta juga tidak hanya ada dalam kata-kata, tapi juga dalam diam. Seringkali kita juga menunjukkan cinta dengan memaafkan orang yang nggak mau mendengar cinta yang kita sampaikan.
Masalah dalam “mendengarkan cinta” adalah kesulitan dan keterbatasan kita untuk mengerti bahasa cinta yang dipakai orang lain. Yang sering terjadi adalah kitamalah mengabaikannya. Atau kita mendengar tapi tidak mempertimbangkan ekspresi atau tindakan-tindakan yang mengiringi kata-kata itu.
Sering juga kita cuma bisa mendengar hal-hal negatif, penolakan, kesalahpahaman dan mengabaikan cinta yang menjadi dasarnya.
Dengerin deh, cinta-cinta yang ada di sekitar kita.
Kalo kita bener-bener berusaha mendengarkan, kita bakal temui bahwa kita sebenarnya memang dicintai.
Mendengarkan cinta bisa membuat kita sadar bahwa dunia ini adalah tempat yang begitu indah.
Cinta adalah anugerah.
Membuat kita tertawa.
Membuat kita bernyanyi.
Membuat kita sedih.
Membuat kita menangis.
Membuat kita bertanya “kenapa?”
Membuat kita menerima.
Membuat kita memberi.
Dan yang paling penting, membuat kita hidup and merasa BAHAGIA !!
Bukanlah kehadiran atau ketidakhadiran yang penting; kita nggak perlu merasa kesepian meski kita sedang sendiri. Sendiri itu perlu, lho. Dan itu jangan sampe membuat kita jadi kesepian. Yang jadi masalah bukan berada bersama seseorang, tetapi berada untuk seseorang.
Jangan pernah ragu nyatakan cinta.
Jujurlah dengan apa yang kita rasa dan KATAKAN !! Nggak ada ruginya mengekspresikan diri.
Ambil kesempatan untuk mengungkapkan pada seseorang betapa pentingnya dia buat kita. LAKUKAN !! buat perubahan, hindari penyesalan.
Satu lagi, tetaplah dekat dengan kawan dan keluarga, karena mereka udah berjasa membangun diri kita yang sekarang.
Cinta memang ada untuk ditebarkan. Dan saat cinta yang kita berikan diterima, atau dibalas,……………………..
itulah saat hidup menjadi PENUH MAKNA and BAHAGIA

Brandonizer :)

SMILE :)

SMILE :)
MY FRIENDS..

GOD BYE BLESSI

blessi adalah anjing kesayangan ku, anjing yang menemaniku di saat ku kesepian, anjing yang selalu menghiburku dn selalu mengajak bermain aku, tetapi dia sekarang tidak bisa menemaniku di saat ku kesepian, tidak bisa lagi menghiburku dan tidak bisa lagi bermain dengan ku. dia sekarang telah pergi ke rumah tuan nya yang baru, dia pergi karena terpaksa, karena adek ku sakit asma dan kata dokter di rumah ku tidak boleh memilahara anjing, aku sangat sedih terpisah dari blessi anjing kesayangan ku itu. dengan hanya 1 minggu lebih dia tinggal bersama ma ku, rasa sayang aku kepada anjing itu sepertinya sungguh  besar dan aku menangis seharian karen terpisah dari blessi. semoga dengan di rumah  sepupu ku, blessi bisa lebih baik dan lebih dan semoga senang. dan dengan aku terpisah dengan dia, semoga TUHAN mempunyai rencana indah di balik semuanya ini.